Desa Cikal Bakal Angkringan

Desa Ngerangan terdiri dari delapan dukuh yang memiliki beragam potensi wisata. Berlokasi di bagian tengggara Kabupaten Klaten yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Bayat. Desa Ngerangan secara langsung berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo yang merupakan bagian dari Provinsi DI Yogyakarta.

Kampoeng Sayur Dukuh Pencil

Kampoeng Sayur Dukuh Pencil

Dukuh Pencil mengembangkan konsep desa wisata kampung sayur. Program wisata ini diinisiasi oleh kelompok ibu-ibu PKK yang berada di dukuh pencil.

Kelompok Sadar Wisata Desa Ngerangan

Kelompok Sadar Wisata Desa Ngerangan

Kelompok Gerakan Desa Wisata ngerangan menginisiasi gerakan wisata di desa ngerangan

Desa Cikal Bakal Angkringan Ngerangan

Desa Cikal Bakal Angkringan Ngerangan

Mayoritas warga Desa Ngerangan menekuni profesi usaha angkringan secara turun-temurun dan merupakan desa cikal bakal angkringan.

Desa Wisata Angkringan Ngerangan

Desa Wisata Angkringan Ngerangan

Desa Ngerangan berada di bagian tengggara kabupaten klaten yang termasuk dalam kecamatan Bayat.

Desa Ngerangan berada di bagian tengggara kabupaten klaten yang termasuk dalam kecamatan Bayat. Desa ngerangan secara langsung berbatasan dengan kabupaten kulon-progo yang merupakan bagian dari provinsi DI Yogyakarta. Ngerangan terdiri dari delapan dukuh yang memiliki beragam potensi wisata.

Ngerangan terkenal sebagai desa yang menjadi tempat cikal bakal angkringan. Mayoritas warga Desa Ngerangan, Kecamatan Bayat, Klaten menekuni profesi usaha angkringan secara turun-temurun. banyak orang mengenal angkringan erat dengan jogja atau solo namun tanpa sadar kalau angkringan dibawa dari desa ngerangan. sekarang ngerangan mengembangkan fokus sebagai desa wisata angkringan

SHUTTERSTOCK/BAYU DWIIlustrasi angkringan dari Yogyakarta

Tugu Angkringan di ngerangan



Usaha ngkringan atau disebut Hidangan Istimewa Klaten (HIK) lahir dari Desa Ngerangan, Bayat. Angkringan sejak dulu telah menjadi roda penggerak perekonomian warga setempat dari Klaten dan sudah sampai di berbagai penjuru Indonesia.

Monumen Cikal Bakal Angkringan diresmikan pada 26 Februari 2020 di Desa Ngerangan, Kec. Bayat oleh Bupati Kabupaten Klaten dan juga menyerahkan piagam penghargaan pada Inisiator Desa Cikal Bakal Angkringan, Suwarna (41) dan Maestro Angkringan/Tokoh Pendiri Angkringan, Wiryo Jeman (95).


SEJARAH CIKAL BAKAL ANGKRINGAN NGERANGAN

Desa Ngerangan secara geografis adalah daerah pedesaan yang tandus dengan system pertanian sawah tadah hujan. Dimana hasil bumi di daerah ngerangan kurang memberikan hasil yang signifikan kepada penduduk ngerangan. Situasi ini berdampak pada sebagian besar warga Ngerangan untuk merantau ke kota untuk mendapatkan pendapatan yang lebih banyak daripada hasil didesa yang ala kadarnya, bahkan memprihatinkan..

Dukuh Sawit wilayah yang terletak di barat laut desa Ngerangan adalah cikal bakal lahirnya angkringan. Kurang lebih pada tahun 1943, awal dari sejarah angkringan di torehkan . Mbah Karso jukut adalah seorang bapak yang prihatin dengan situasi ekonomi keluarganya yang serba kekurangan. Sebagai seorang bapak yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan keluarga , mbah karso jukut memantapkan tekad untuk merantau ke solo, Surakarta.

Dengan jerih payah dan berbagai kesusahan yang tidak terkira mbah karso jukut mengawali usahanya di kampung Dukuhan , Kerten , Laweyan ,Solo. Setelah beberapa waktu melihat, mengamati dan mencoba usaha . akhirnya muncul gagasan yakni memodifikasi sebuah usaha di solo ,yang semula hanya menjual makanan saja, di modifikasi menjadi menjual makanan dan minuman. Dan inilah yang merupakan asal muasal dari keberadaan angkringan desa ngerangan .

Beberapa waktu kemudian, meskipun belum menunjukkan hasil yang baik, teman – teman Mbah Karso jukut dari Sawit ingin mengikuti jejak beliau. Wiryo, Narno, Medi, Jarwo, dan beberapa teman mbah karso mecoba peruntungan dengan merantau ke kota Solo.

Seiring perjalanan waktu pada tahun 1980an, angkringan yang semula di pikul depan berisi makanan belakang di isi 3 ceret untuk pembuatan minuman, pada tahun itu berevolusi menjadi sebuah gerobak dengan atap dari tenda/terpal.

Lama berkembang angkringan di Solopun, belum menunjukkan kemajuan yang sigifikan. Bahkan penjual angkringan kala itu adalah profesi yang tidak di minati dan dia nggap sebagai pekerjaan rendahan karena hasil yang di dapatkan sangat sedikit.

Semangat mengadu nasib untuk mengais rejeki di perantauan dengan harapan membawa peluang rupiah untuk anak istri dan keluarga, menjadi pemicu dan alas an untuk berjuang dan bertahan di terik mentari dan dinginya malam. Kecintaan pada keluarga mengobarkan gelora untuk tetap bekerja mencari peruntungan yang belum pasti, namun itulah jawaban dari selama ini kenapa angkringan.

Dan sejak saat itulah angkringan mulai berkembang dengan baik dan sangat menghasilkan. Sehingga sampai saat ini angkringan adalah mata pencaharian mayoritas warga ngerangan.

Jelajah Desa Cikal Bakal Angkringan

Lokasi Desa Ngerangan