Kampung Dolanan

Kampung Dolanan adalah salah satu daya tarik wisata yang ada di Desa Ngerangan dengan konsep permainan tempo dulu seperti Egrang, Egrang Batok, Bandulan, Dakon, Ular Tangga, Gateng, Boy, Gobak Sodor, Jamuran, Betengan, dan permainan lain. Daya tarik wisata ini diharapkan menjadi destinasi wisata yang unik ditengan kemajuan teknologi dan diharapkan menjadi alternatif solusi kecanduan gadget pada anak-anak serta menjadi media untuk mengenang masa kecil.

Eksplore Desa

Eksplore Desa ini adalah paket wisata bagi wisatawan manca negara untuk mengeksplor keindahan alam suasana pedesaan, adat istiadat, makanan tradisisonal, seni budaya yang ada di wilayah ngerangan. Paket yang ditawarkan adalah menginap di rumah adat, merasakan langsung cara hidup ala desa, bersepeda keliling desa, belajar sejarah angkringan, belajar kuliner desa, berkunjung ke Joglo Tumiyono, kampung dolanan, sanggar seni, bercocok tanam, mendaki bukit di wilayah Desa Ngerangan.

Lereng Katresnan

Lereng Katresan merupakan daya tarik wista dengan konsep agrowisata kampung buah dan camping ground. Lereng katresman berada di Dukuh Mojorejo Desa Ngerangan. Paket wisata yang ditawarkan adalah menikmati Lereng Bukit, Edukasi Pembuatan Pupuk dan Media Tananm, Menanam Tabulapot, Camping Edukasi, Camping Religi. Lereng katresnan juga memiliki unggulan yakni adanya home stay, penjualan media tananm, dan bukit tanaman buah.

Desa Cikal Bakal Angkringan

Mayoritas warga Desa Ngerangan mayoritas bermata pencaharian sebagai pedagang angkringan. Sedangkan pendiri usaha angkringan adalah warga asli Ngerangan yang bernama Karso Djukut (Karso Dikromo) pada tahun 1940 di Kota Solo tepatnya di jl. Duku 1 nomor 9 Dukuan Kerten Solo.

Sehingga Desa Ngerangan mempunyai branding desa yakni “Desa Cikal Bakal Angkringan” dengan Monumen Angkringan yang telah diresmikan oleh Ibu Bupati Klaten pada tanggal 26 februari 2020.

The Bengoek

The Bengoek adalah salah satu UMKM Desa Ngerangan yang memproduksi oleh-oleh khas Ngerangan dari bahan dasar karang kara benguk. Farian prodaknya berupa keripik bengo, kerupuk bengok, kacang bengok, tempe bacem, tempel balado, tempe pedas manis. Thr Bengoek ini adalah produk kebanggan Desa Ngerangan karena bisa menjadi inisiator pemberdayaan di Desa Ngerangan berupa pemanfaatan kara benguk yang semula hanya menjadi tanaman selingan dimusim kemarau namun kemudian ditanam dipekaranangan setiap warga.

The Gemblonx’z

The Gemblonx’z adalah salah satu inovasi olahan makanan tradisional yang berbahan dasar sukun. Gemblonx’z adalah nama lain dari getuk. The gemblonx’z ini merupakan pemberdayaan masyarakat, sukun yang semula kurang dimanfaatkan kini bisa menjadi olahan baru yang sangat diminati oleh masyarakat di Desa Ngerangan bahkan sudah menyabar ke berbagai wilayah lain di Kabupaten Klaten.

Mie Jowo

Salah satu kuliner asli Ngerangan yang juga tidak kalah populer adalah mie jowo asli Ngerangan yang tersebar di berbagai kota di indonesia seperti Semarang, Sragen, Purwokarta, Cirebon, Jakarta dan lain-lain. Mie jowo asli Ngerangan ini memiliki cita rasa istimewa yang menarik hati bagi pejabat di berbagai instansi dan tentu juga masyarakat pada umumnya. Mie Goreng, Mie Godok, Mie Mawut, Pia Pia, Sate Uritan adalah menu yang disajikan di kuliner Mie Jowo Ngerangan.

Emper Deso

Emper Deso adalah destinasi kuliner di Desa Ngerangan berbasis warga yang memanfaatkan rumah warga sebagai tempat berjualan. Pelayanan yang diberikan adalah snack dan katering, rice bowl, kuliner, the gemblonxz, cooking class. Emper deso ini terletak di Dukuh Wonomerto Desa Ngerangan yang berjarak 100 m dari Joglo Tumiyono.

Sanggar Tari

Sanggar Tari Desa Ngerangan bertempat di Joglo Balai Desa dengan seorang guru tari yang piawai di bidangnnya, menari dan pengelolaan sanggar. Guru tari ini merupakan penduduk asli Ngerangan yang background keluarganya adalah para seniman. Peserta didik di sanggar seni adalah anak-anak dari Desa Ngerangan. Dianatara karya sanggar seni adalah Tari Pongan, Tari Caping Ayu, Senyum Indonesia.

Sanggar Gamelan

Sanggar Gamelan ini berada di Dukuh Sendang Desa Ngerangan dengan pegiatnya adalah seorang anak muda yang bernama Ali Maksum yang piawai dalam bidang musik gamelan, orgen, dan alat musik lainnya. Kiprahnya di bidang seni sudah merambah diberbagai kota di wilayah jawa.

Pagelaran Wayang Kulit

Salah satu kegiatan rutin pentas seni budaya adalah pagelaran wayang kulit yang di selenggarakan setiap malam Sabtu Pahing di Joglo Tumiyono Desa Ngerangan.

Joglo Tumiyono

Joglo Tumiyono adalah Joglo terbesar di asia yang di bangun oleh Bapak Tumiyono, dengan arsitektur nuansa jawa berhiaskan ukiran khas Jepara yang menggambarkan silsilah keluarga Bapak Tumiyono dan pepimpin-peimpin negara indonesia